Gara-gara Kompor Gas Diamankan Polisi
09:34, 26/07/2010
GARA-gara gas elpiji ukuran 3 kg, Gatot, pemilik warung kopi di Stasiun Besar Kereta Api Medan, harus berusan dengan polisi. Kenapa?
Informasi yang dihimpun wartawan koran ini di tempat kejadian perkara (TKP), Minggu dini hari (25/7) sekira pukul 02.00 WIB, Gatot berteriak-teriak. Dia memaki-maki siapa saja yang ada di dekatnya. Bahkan, dia mengajak berkelahi siapa saja yang melayani makiannya. Tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan, personel Polsekta Medan Barat mengamankannya.
Menurut saksi mata, Pangaribuan, Gatoto tiba-tiba ngamuk karena kompor gasnya hilang. Gatot langsung berteriak dan menuduh beberapa orang yang berada di dekat warung kopinya telah mencuri kompor gasnya.
Pangaribuan dan rekan-rekannya pun menjelaskan, bahwa mereka tidak tahu-menahu soal hilangnya kompor gas itu. Namun, Gatot tetap saja menuduh mereka sambil berteriak-teriak. ”Kami tidak tahu mengenai kompor gas punya Gatot yang hilang. Tiba-tiba saja dia datang dan memaki-maki saya dan teman-teman dengan kata-kata kasar dan kami tidak terima kemudian kami pergi namun dia tetap memaki dan polisi pun datang mengamankannya,” cetus Pangaribuan.
”Kita bawa ke polsek untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Sejauh ini tidak ada pemukulan, lalu kita upayakan mediasi untuk perdamaian karena hanya salah paham,” kata Kanit Reskrim Polsekta Medan Barat, Ipda Akta Wijaya yang turun langsung ke lokasi mengamankan Gatot. (mag-17)


