Ketagihan Nonton Sinetron
09:34, 27/07/2010
Sinetron bukan menjadi hal baru di dunia televisi. Setiap stasiun televisi selalu menyajikan sinetron andalannya paling sedikit 2 atau 3 tayangan sinetron dalam sehari. Sayangnya, banyak alur cerita sinetron yang justru dinilai mampu merusak moral dan budaya kultur masyarakat kita. Benar nggak? Masak iya sih?
Sebenarnya, sinetron itu bagus lho. Cukup membuat dunia televisi menjadi lebih berwarna dengan hadirnya bintang-bintang muda yang cantik/tampan dan berbakat.
Tak tak bisa dipungkiri kalau tayangan sinetron banyak yang kurang mendidik. Sinetron sekarang justru menjual cerita cinta remaja/ABG. Masalahnya, sinetron sebenarnya mengajarkan kita dengan hedonisme dan mengajak kita untuk bermimpi tentang gaya hidup yang serba wah.
Lebih parah lagi, televisi ditonton mayoritas oleh pelajar, ibu-ibu rumah tangga, atau pembantu yang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa mereka sedang dikibulin sang sutradara. Kita gampang terbuai dengan kemewahan, berkhayal menjadi orang kaya, bermimpi dipersunting pangeran kaya dan tampan, membayangkan memperistri wanita cantik dan seksi, memiliki rumah mewah dan mobil belasan, dan sebagainya. Yaaa…apapun itu, sebenarnya meski tayangan sinetron dihujat pemerintah dan kalangan eksekutif maupun legeslatif, tapi rating tertinggi tayangan yang digemari masyarakat, ya justru sinetron!
Hmmm..ngomong-ngomong soal tayangan sinetron, ternyata sobat Xpresi (sobeX) ada 46 persen tuh yang suka sinetron, sisanya, 54 persen nggak suka dengan alasan sinetron nyebelin, alurnya yang berbelit-belit, ceritanya yang mudah ditebak dan banyak lainnya.Tapi, bagi sobeX yang ketagihan nonton sinetron, ngaku bisa ketagihan karena ceritanya bikin penasaran (20 persen), pemainnya keren (68 persen), karena di rumah semua nonton sinetron, jadi terbawa arus deh (12 persen).
Trus, gimana donk supaya kita nyadar diri nggak ketagihan nonton sinetron? Kalau sobeX sih nyadarinya dengan
berpikir kalau ceritanya mutar-mutar dan seperti dibodohi sutradara (55 persen). Kemudian menyadari kalau karakter pemainnya sok dewasa semua (45 persen) sehingga nggak ada manfaatnya sama sekali. Nah, kalau udah begitu, pasti deh bakal nyadar nggak ketagihan lagi.Evy, siswi SMK Bina Media Medan, ngaku ketagihan nonton sinetron. “Karena ceritanya seru banget. Lagian, nggak tahu kenapa aku hobi banget nonton sinetron,” kata dia.
Begitu juga Dely, siswi SMK Bina Media, juga ketagihan sinetron. “Pemainnya keren, ceritanya remaja banget dan gaul. Pokoknya, serui nontonnya bikin penasaran,” tuturnya. (ila)


