Kepada pemasang iklan, pelanggan, dan relasi diberitahukan, sehubungan dengan perayaan Idul Fitri 1431 H, Sumut Pos tidak terbit mulai 9 September 2010. Kami akan hadir kembali Selasa, 14 September 2010

DPR Kecewakan Rakyat

11:59, 31/07/2010

Aktor Senior Coret Atap Gedung DPR

JAKARTA-Kekecewaan Pong Harjatmo (68) tehadap wakilnya rakyat yang terhormat sepertinya sudah tak terbendung lagi. Aktor di era 1980-an itu nekad memanjat gedung DPR dan menuliskan harapannya di atap gedung kemarin (30/7).

Pong berhasil menembus keamanan gedung MPR/DPR dan memanjat menggunakan tambang. Ia mencoreti atap gedung kura-kura dengan tulisan  “Jujur, Adil, Tegas” dengan cat semprot merah.
Kemarin, kawakan itu tidak sedang bermain film. Karena itu, dia langsung diamankan oleh petugas keamaan gedung dan polisi.

Ia yang berkemeja putih lengan panjang terlihat agak letih usai ditanyai petugas keamanann
di dalam pos pengamanan gedung DPR.

Setelah dimintai keterangan dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, Pong diantarkan petugas pengamanan dalam MPR/DPR keluar kawasan gedung. Wajah tertunduk dan agak tegang.

Ketika ditemui wartawan di depan ruang wartawan DPR, pria kelahiran Solo ini beralasan, aksi dilakukan karena dirinya gemas dengan  para anggota Dewan. Ia menilai DPR tidak serius menuntaskan kasus Bank Century, tidak tuntasnya kasus Susno Duadji, serta membiarkan kasus ledakan tabung gas.

“Selama ini baik dari pemerintah maupun wakil rakyat di DPR kok selalu mengambang nggak pernah selesai. Mulai dari kasus Century, gas meledak sampai absensi anggota dewan yang bolong-bolong itu,” kata Pong.

Pong mengakui, dirinya lelah protes dan menyentil di televisi, tetapi tidak didengar, bahkan dianggap hanya entertaiment jenis baru. “Rakyat itu bukan maunya jenis hiburan lain, tapi harus bertindak, ini salah satu tindakan saya supaya didengar,” katanya.
—————————
Kepala pos polisi DPR, Iptu Suharyanto, saat ditemui di pos pengamanan mengatakan tidak ada tuduhan kriminal terhadap aktor era 80-an itu. Aksi corat-coret atap gedung DPR dianggap sekadar perbuatan iseng.

“Jadi menyatakan aspirasi tapi tidak tepat. Kalau orang berpikiran normal tidak seperti itu, tapi bukan berarti saya bilang dia gila ya,” kata Iptu Suharyanto.
Polisi menyita alat bukti berupa tutup cat semprot berwarna merah dari Pong. Di pos pengamanan, Pong hanya dibuatkan surat pernyatan tidak akan ulangi perbuatan seperti itu di dalam area kompleks MPR/DPR RI. “Dia akan menghapus coretan itu dan kembalikan seperti semula,” katanya.

—————————
Aksi coret-coret gedung DPR RI yang dilakukan artis kawakan Pong Harjatmo terus menuai apresasi. Di jejaring social di dunia maya, Pong menjadi bahasan di Twitter dan Facebook.
Topik dengan tanda berpagar #pongharjatmo ini akhirnya masuk sebagai salah satu trending topic atau topik yang paling ramai dibicarakan.
Aksi Pong ini mendapat dukungan luas. Seperti ditulis sutradara Joko Anwar di akun twitternya, “We Love You, Om Pong Harjatmo!!”

Pemilik akun @fahiraidris juga menulis, “Pongharjatmo di usia senja dengan resiko terpeleset dari atap DPR, berhasil mewakili rakyat yang kelu mendengar korban tabung gas.”
Tak hanya meroket namanya di Twitter, kini muncul aksi dukungan di jejaring sosial lainnya, Facebook. Aksi ini bertajuk: Dukung PongHarjatmo Coret Gedung DPR.

Tak hanya di dunia maya, di dunia nyata, kasi Pong turut didukung sejumlah pihak. Direktur Eksekutif Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, mengatakan, tindakan Pong adalah cermin rakyat yang frustasi sekaligus apatis terhadap situasi politik negara ini.

“Saya melihat rakyat itu justru sudah apatis terhadap kelakuan DPR. Efek ledakan tabung gas dan efek kasus Century, DPR tidak rasakan. Itu menimbulkan perbedaan mendasar antara kita dengan mereka,” kata Tom.

Tom mencontohkan drama politik Bank Century di DPR yang sempat menjadi perhatian luas dari publik. Rakyat sempat berharap DPR yang lebih baik menduduki Senayan periode ini. Ternyata, harapan rakyat jauh dari realitas politik yang penuh kompromi dan kemunafikan.
“Rakyat sudah apatis dan rakyat belajar dari Pansus Bank Century yang heboh itu, banyak yang kontroversial dan banyak cari nama, tapi sekarang hasilnya tidak ada,” jelasnya.

Tindakan Pong itu hanya contoh kecil kemarahan rakyat, kata Tom. Ia tidak ragu kalau tindakan-tindakan lebih nekat lagi akan terlihat. Hal itu karena rakyat sudah menganggap tidak ada yang bisa dipercaya dari negara ini, baik hukum, pelaksana hukum dan yang memproduksi hukum itu sendiri.

“Hukum Indonesia dan parlemen yang memproduksi hukum, sudah lumpuh. Kalau dibiarkan, frustasi rakyat akan semakin parah, ada ketidakteraturan, akan ada kejadian lain lebih parah dari Pong dan kalau terjadi jangan salahkan rakyat,” pungkasnya.

———————
Direktur Bidang Advokasi LBH Keadilan Halimah Humayrah Tuanaya berpendapat sama. “Anggota DPR sekarang banyak yang tuli, bisu dan buta, jadi perlu ditegur dengan berbagai cara. Dan aksi itu harus kita apresiasi” ujar Halimah.

Halimah menambahkan, aksi-aksi semacam itu perlu ditiru oleh masyarakat. “DPR dan pemerintah kan sama saja, dikiritik dengan berbagai cara tidak pernah berubah, jadi aksi-aksi semacam itu perlu dilakukan masyarakat seperti dulu aksi membawa kerbau untuk mengkritik pemerintah” lanjut Halimah.

—————
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golongan Karya Priyo Budo Santoso mengaku kecewa dengan tindakan Pong Hardjatmo. “Ini memang gedung rakyat bukan berarti tidak ada aturan. Saya yang harusnya simpati kok, malah kecewa,” kata Priyo di Gedung DPR.

Menurut Priyo, pimpinan DPR akan membuka pintu seluas-luasnya untuk bertemu dan memberi aspirasi, tetapi tetap harus menjaga ketertiban. “Kalau dengan cara yang baik, kami dengarkan dengan cara yang baik. Ini rumah rakyat tolong di jaga, ini simbol kita,” kata Priyo.

Dewan, kata Priyo, akan memaafkan tindakan Pongi. Motif pengecatan perlu dipertanyakan apakah hanya untuk cari perhatian atau tulus karena kecewa. “Kalau menghalalkan segala cara (mencoret) akan merusak tatanan,” kata Priyo. (net/arp/rm/jpnn)

Comments (1)

  1. DPR pro Penguasa bukan Pro Rakyat DPR banyak makan gaji Buta DPR tidak obahnya seperti Selebrity hanya ingin terkenal oleh karena itu perlu ada lembaga yang mengawasinya.

Beri komentar

 
Banner Lebaran 2010