Air Laut pun Terasa Tawar

Tapanuli Tengah, Pesona Wisata Laut dan Sejarah
Suka wisata laut? Datanglah ke Tapanuli Tengah. Di ’Negeri Wisata Sejuta Pesona’ ini, Anda akan menemukan segudang keindahan wisata laut. Anda bisa menyelam, memancing, snorkling, atau sekadar memanjakan mata dengan kekayaan alam bawah lautnya. Dan tidak ketinggalan,
kisah-kisah legenda plus cerita kejayaan Barus 5.000 tahun lalu.

AIR TERJUN: Air Terjun Pulau Mursala//dame ambarita/sumut pos

AIR TERJUN: Air Terjun Pulau Mursala//dame ambarita/sumut pos


Nama Tapanuli Tengah memang belum mendunia. Orang Indonesia sendiri pasti tak semua hapal di mana letaknya. Tetapi kalau sebut nama Barus, mungkin banyak yang akan bilang: ’ya ya.. saya tau itu…’ atau ’saya pernah dengar’. Nah, Barus itu berada di Tapteng, salahsatu kabupaten di Sumatera Utara, yang terletak di pesisir pantai Barat.

Bagi para turis, wisata bahari Tapteng belum seterkenal Pulau Nias yang  sebagai surganya surfing. Tetapi taukah Anda, Tapteng tidak kalah menariknya. Deretan 30-an pulau-pulau perawan yang tersebar di perairannya, air terjun Pulau Mursala yang unik, sejarah kejayaan Barus sebagai kota perdagangan dunia, kuliner Tapteng yang khas, plus 24 air terjun, sungguhlah menawarkan surga bagi penikmat wisata alam.

Dari 30-an pulau yang tersebar di perairan Tapteng, Pulau Mursala lah yang terbesar. Terletak di barat daya kota Sibolga dan masuk dalam wilayah Kecamatan Tapian Nauli, pulau yang terapit di antara Pulau Sumatera dan Pulau Nias ini bentuknya memanjang. Kerap menjadi ’pelindung’ nelayan saat badai di laut.

Luas Pulau Mursala sekitar 8.000 ha dan dapat ditempuh selama 1 jam menggunakan kapal cepat dari Sibolga. Pulau ini dihuni sekitar 60-an KK, dan dikitari belasan pulau-pulau kecil yang kebanyakan tidak berpenghuni.  Air terjun Pulau Mursala terkenal sebagai salah satu dari sedikit air terjun di dunia yang langsung terjun ke laut. Beberapa di antaranya adalah Kilt Rock Waterfall di Skotlandia, Falls Sounds Milford di Fjords Selandia Baru, dan Jeongbang di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Air terjun Pulau Mursala rasanya tawar. Nah, ada yang misterius soal asal muasal sumber air terjun ini. Sebagian warga setempat menduga, sumber airnya berasal dari Danau Toba, yang mengalir lewat bawah tanah. Konon, terkadang ditemukan jerami di aliran air terjun saat musim panen padi di kawasan danau Toba. Tapi ada juga yang menyebut, airnya berasal dari sebuah sungai yang membelah Pulau Mursala. Mana yang benar? Belum ada penelitian yang membuktikannya.

Air terjun setinggi 35 meter ini langsung jatuh dari tebing pulau ke permukaan laut. Hasilnya, sekitar 100 meter air laut di sekitar air terjun rasanya tawar. Percampuran ini menghasilkan terumbu karang yang unik dan indah.  Untuk menyaksikan keindahan air terjun itu, Anda menyewa kapal dari Pantai Kahona Tapteng, dengan harga sewa Rp1 juta-Rp1,5 juta. (dame ambarita)

Legenda Pulau Putri

Tapteng juga memiliki Pulau Putri, yang letaknya berhadapan dengan Pulau Mursala, pulau seluas 1 hektare (termasuk bukitnya).  Disebut Pulau Putri, karena konon di pulau itulah Putri Runduk, tinggal setelah melarikan diri dari Barus.

Putri Runduk konon adalah permaisuri Raja Jayadana yang memerintah Kota Kerajaan Barus Raya, sebuah kerajaan Islam di  Sumut abad ke-7 M. Kecantikan putri ini termahsyur sampai ke luar kerajaan. Raja Sanjaya dari Mataram dan Raja Janggi dari Sudan, Afrika pun tertarik dengan kecantikan sang Putri dan menyerang Barus.

Setelah Barus porak poranda diserang Raja Sanjaya, yang kemudian direbut oleh Raja Janggi, dan suaminya terbunuh, Putri Runduk menolak dinikahi oleh Raja Janggi, ia pun memilih kabur ke Pulau Putri. Karena dikejar Raja Janggi, putri menceburkan diri ke laut lalu hilang.

Snorkling:Jelang snorkling  pantai Pulau Putri

Snorkling:Jelang snorkling di pantai Pulau Putri


Tetapi ada cerita versi kedua. Konon, Putri Runduk adalah putri Raja Barus, yang diusir karena berpacaran dengan pemuda semarganya. Pacarnya dibunuh, si gadis diusir. Bersama ulubalangnya, si Kambang, Putri diungsikan di Pulau Putri. Selama di Pulau Putri, mata air di Pulau Mursala menjadi tempat pemandian sang putri sekaligus sebagai sumber air tawarnya.

Namun setelah beberapa waktu hidup damai bersama ulubalangnya, pulau pengungsian Putri ditemukan Raja Janggi dan melamarnya.

Tidak sudi diperistri Raja Janggi, Putri dan ulubalangnya melawan. Putri melempar piring dan sendoknya ke Raja Janggi dan akhirnya menjadi Pulau Piring dan Pulau Sendok.

Dikisahkan, Raja Janggi dan si Kambang tewas dalam pertempuran, sehingga Putri menceburkan diri ke laut dan menjadi ikan Nemo. Raja Janggi berubah jadi Pulau Janggi. Sementara kisah kepahlawanan Si Kambang mengawal sang putri menjadi asal muasal tarian pesisir, Si Kambang. Itulah legenda yang membungkus pulau-pulau di Tapteng. Menarik bukan?
Selain Pulau Putri, masih ada lagi Pulau Situngkus, Pulau Janggi, Pulau Sendok, Pulau Piring, Pulau Silabu Na Godang, Pulau Kalimantung Na Menek, Pulau Jambe, Pulau Bakkar, Pulau Ungge, dan sebagainya.

Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang, saat ini tengah membangun Pulau Bakkar dan Ungge menjadi Sport Fishing Area dengan anggaran Rp7 miliar. Tahun ini diproyeksikan akan selesai. Areal ini akan menjadi tempat pemancing, dijaga para nelayan setempat.  Untuk Pulau Mursala, menurut Bupati, investor swasta sudah siap membangun resor dengan biaya Rp50 miliar. Diproyeksikan akan mulai dibangun tahun ini. Pemkab juga merencanakan untuk membangun jungle tracking, pemeliharaan burung dan rusa di sana. (mea)

Kisah Kejayaan Barus

Tak hanya menawarkan wisata bahari, Tapteng juga memiliki pesona sejarah. Sebagai kota perdagangan dunia 5.000 tahun yang lalu, Barus menjadi pintu masuk agama Islam dan Kristen ke nusantara. Bukti-bukti sejarah bisa dilihat dari Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi, Barus. Serta adanya sumur pemandian Nommensen di Sihorbo, Barus.

MAKAM SAUDAGAR: Makam Mahligai  Barus adalah makam para saudagar dari Arab, pembawa ajaran Islam

MAKAM SAUDAGAR: Makam Mahligai di Barus adalah makam para saudagar dari Arab, pembawa ajaran Islam


Ada juga kisah mengenai asal muasal Kapur Barus yang ribuan tahun lalu konon digunakan sebagai obat pengawet mayat Firaun. Kapur Barus awalnya berasal dari pohon kapur yang hanya terdapat di Barus, dan saat itu harganya setara dengan harga emas.

Sementara kemenyan yang dipersembahkan orang-orang Majus (Raja-raja Timur) kepada Yesus yang lahir di Bethlehem, konon juga hasil perdagangan di Barus.

Menurut Bonaran, dengan seluruh keunikan Barus itu, pihaknya merencanakan akan membangun Barus menjadi Kota Wisata Iman.

Berwisata ke Tapteng, rasanya tak cukup 2-3 hari. Paling tidak, dibutuhkan waktu seminggu untuk menikmati seluruh objek wisata yang ada sepuas-puasnya. Termasuk menikmati 24 air terjun yang tersebar di tapteng. Dan jangan lupa menikmati kuliner Tapteng yang lezat: ikan sambam dan ikan pacak. Rahasia kelezatannya: ikannya hanya mati sekali. Hehehehehe… (mea)

Berita terkait:

FEATURE