Pilgubsu Diprediksi Ketat

Gatot Unggul di Dua Survey

JAKARTA-Ajang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) diprediksi akan berlangsung ketat. Dari dua survei yang masuk ke redaksi Sumut Pos, perolehan elektabilitas para calon tidak menunjukkan angka yang begitu mencolok. Gatot Pujo Nugroho-T Erry Nuradi memimpin di survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis)-Indomatrik.

Gatot Pudjo Nugroho

Gatot Pudjo Nugroho


Data survei yang dikeluarkan LSI menyatakan pasangan yang akrab disebut GanTeng ini memperoleh dukungan sebanyak 32,2 persen. Setelah Ganteng, dukungan 21,0 persen dimiliki pasangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan), Amri Tambunan-RE Nainggolan (Amri-RE) sebesar 18,3 persen. Dua terendah diraih Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) sebanyak 14,6 persen dan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal sebesar 5,3 persen. Sedangkan untuk yang masih merahasiakan atau belum memutuskan, atau tidak jawab sebesar 8,7 persen. “Dengan data tersebut, pasangan Ganteng unggul dan mempunyai peluang untuk menang satu putaran pada 7 Maret 2013,” ungkap Manager Riset LSI, Setia Darma dalam acara Konfrensi Pers Peta Pilgubsu Sumut Jelang Pemilihan di Hotel Danau Toba, kemarin (5/3).

Data survei ini juga menyatakan, bahwa pasangan no urut 5 ini paling banyak dipilih oleh masyarakat yang berusia sekitar 30-50 tahun ke atas. Sedangkan untuk usia pemula (19 tahun atau di bawahnya) dan usia hingga 29 tahun paling banyak memilih Gusman, dengan nilai presentase sebesar 31,8 persen dan 31,2 persen.

Setia menjelaskan pengumpulan dan pengolahan data ini berlangsung mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2013. Dimana, metode sampling yang digunakan adalah multistrage random sampling. Dengan jumlah responden awal sebanyak 440 responde. “Wawancara dilakukan dengan tatap muka responden menggunakan kuesioner,” ungkapnya.

Menariknya, Setia menjelaskan, pasangan Amri-Re bisa menjadi kambing hitam. Pasalnya, angka presentase mereka sejak masa kampanye terus meningkat. “Hasil survei kami, mulai tanggal 25 Februari hingga 3 Maret, pasangan Amri-RE terus mengalami peningkatan dalam kesukaan calon. Padahal, pada masa awal, pasangan ini masih mendapat angka kecil,” ujarnya.

GanTeng Kuasai 26 Kabupaten/Kota

Sebelumnya, Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis)-Indomatrik juga melakukan survei. Hasilnya, seperti dikatakan diawal, GanTeng juga meraih kemenangan.

GanTeng memperoleh elektabilitas tertinggi yakni 33,49 persen. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihannya mencapai 12,98 persen. “Para responden menganggap Pak Gatot-Tengku memiliki kinerja bagus dan mampu menciptakan lapangan kerja.,” sebut Direktur Puskaptis Husin Yazid dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (1/3) lalu.

Husin menjelaskan, setelah Gatot yang meraih nilai tertinggi, urutan selanjutnya direbut oleh pasangan GusMan (26,48 persen), Amri-RE (11,85 persen), Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (7,80 persen), dan ESJA (7,40 persen).

“Gus Irawan unggul di enam wilayah yakni Asahan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan,dan Tapanuli Tengah. Sedangkan Amri unggul di Nias Utara. Selebihnya 26 kabupaten/kota dikuasai oleh Gatot,” papar Husin panjang lebar.

Berbeda dangan Pilkada di Jawa Barat yang pemilih cenderung homogen, maka pemilih di Sumut cenderung heterogen yang beragam etnik, budaya dan agama. Direktur Puskaptis mengingatkan, inilah uniknya Pilgubsu yang pemilih tidak begitu mempersoalkan masalah perbedaan agama atau etnik. Disebutkannya, jika pemilih yang belum menentukan pilihan memberikan suara pada 7 Maret mendatang, maka bisa saja Pilgubsu berpotensi 1 putaran dengan perolehan suara 30 persen plus 1.

“Penampilan figur lebih menentukan calon yang akan dipilih oleh pemilih. Selanjutnya aktifnya mesin partai politik bekerja,” ingatnya.

Survei yang dilakukan sejak 24-28 Februari lalu diadakan di 33 kabupaten/kota dengan 1.250 responden, margin error 2,8 persen dengan teknik multistage random sampling. Survei juga dilakukan dengan sistem tatap muka.

Menurut Husin, ada beberapa alasan mengapa Gatot unggul dalam survei itu. Di antaranya karena masyarakat menginginkan pola pembangunan yang ada saat ini dilanjutkan. “Dia (Gatot, Red) dianggap punya pengalaman, kepemimpinannnya sudah bagus, terbukti profesional, sukses menciptakan keamanan dan masyarakat menyenangi figur beliau,” ujarnya. (ram/gir/ril)

Hasil Survei LSI
Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi            32,2 persen
Gus Irawan Pasaribu-Soekirman                 21,0 persen
Amri Tambunan-RE Nainggolan                18,3 persen
Effendi Simbolon-Djumiran Abdi                 14,6 persen
Chairuman Harahap-Fadly Nurzal                5,3 persen
Responden yang belum menentukan pilihan         8,7 persen

*Survei periode 25 Februari-3 Maret  2013
Hasil Survei Puskaptis-Indomatrik
Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi             33,49 persen
Gus Irawan Pasaribu-Soekirman                26,48 persen
Amri Tambunan-RE Nainggolan                 11,85 persen
Chairuman Harahap-Fadly Nurzal                 7,80 persen
Effendi Simbolon-Djumiran Abdi               7,40 persen
Responden yang belum menentukan pilihan            12,98 persen

*Survei periode 24-28 Februari 2013
Sumber: LSI, Puskaptis-Indomatrik

Berita terkait: