Berkeliling Wajib Bawa Selang dan Botol

Lebih Dekat dengan Komunitas Motor Tua di Medan

Motor tua hingga sekarang masih banyak peminatnya. Selain antik, masing-masing motor tua juga diyakini memiliki sejarahnya sendiri. Tentu keunggulan inilah yang menjadi kebanggaan bagi para pemiliknya. Terutama bagi personel komunitas motor tua yang tergabung di Motor Plus Club atau MPC.

INDRA JULI,  Medan

Komunitas MPC memang konsern terhadap scooter atau vespa yang memilik sejarah yang menarik. Menurut Ketua umum MPC, Adi Exel klub ini terbentuk pada 2006 silam awalnya hanya komunitas motor pada umumnya. “Awalnya sih kita yang ngumpul itu dari semua jenis kendaraan roda dua. Pokoknya rame, ada yang Honda, Yamaha, Suzuki, meskipun kebanyakan memang bawa vespa atau scooter,” terang Adi yang ditemui Sumut Pos di ABC Service, Sabtu (3/10).    Dengan keanggotaan yang sebahagian besar pengguna scooter, MPC pun kerap menerima undangan untuk menghadiri kegiatan-kegiatan scooter mania. Hal ini membuat anggota lainnya perlahan menghilang. “Kebetulan kawan-kawan dari Aceh menyarankan kita bergabung dengan IVI. Dari situ kita pun fokus di klub vespa,” tambah Adi.

    Seperti halnya klub motor, MPC pun kerap menggelar beberapa kegiatan touring yang dimulai dengan menghadiri HUT KBS yang di Padang-Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Perkenalan yang terbangun pun menjadikan MPC kerap menjadi persinggahan klub vespa lainnya ketika singgah di Kota Medan setelah melakukan touring mengelilingi Sumatera.

    Begitu pun dengan MPC yang tak lupa singgah di klub vespa di setiap daerah yang mereka lewati saat touring. Rasa was-was akan gangguan dan kendala yang mungkin terjadi di saat perjalanan pun sirna diganti bayangan kehangatan klub yang menyambut kedatangan mereka.
    “Jadi kita buat kesepakatan di mana setiap anggota wajib menyediakan selang dan botol di vespanya. Sehingga kita dapat dengan cepat membantu teman yang mogok di jalan atau pun bagi anggota yang kehabisan minyak di jalan,” jelas Adi.

    Selain kegiatan touring, MPC juga bisa dibilang tak pernah absen di setiap kontes dan festival motor di Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu tak sedikit pula prestasi diperoleh komunitas ini. Hal ini bisa dilihat, dari deretan tropi yang dipajang di lemari yang ada di bengkel ABC Service yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, sekitar seratus meter dari simpang Jalan HM Joni Medan ini.

    Satu yang menjadi andalan komunitas ini adalah Vespa Sprint tahun 1977 milik Dodi (30) anggota komunitas sekaligus merangkap mekanik MPC. Turun di katagori kinclong, sprint Dodi kerap menjadi juara. Bagi Dodi, prestasi yang diraih merupakan kontribusi dirinya mengangkat nama baik klub sekaligus melanjutkan tanggungjawab sebagai penerus dari perintis bengkel vespa pertama di Kota Medan oleh H Usman Pulungan (82), yang juga sang ayah.

    Dari semua kegiatan yang diikutinya, Dodi mengaku bila gelar yang diraih pada HUT Siantar Scooter Club (SSC) beberapa waktu lalu memberi kesan tersendiri. “Saat itu saya telat, dan pas saya masuk semua orang langsung ngerumuni. Memang waktu itu saya pilih motif cat yang sesuai dengan cuaca waktu itu yang juga kebetulan sedang cerah,” kenang Dodi yang keluar sebagai Juara I kelas kinclong.

    Saat ini, Dodi bahkan tengah mempersiapkan vespa sprintnya untuk turun di ajang modifikasi paling bergengsi di Indonesia, Djarum Black Auto Contest yang kabarnya digelar Oktober ini. “Ini vespanya sedang dibangun. Masih di kelas kinclong dengan cat merah candy. Saya coba andalkan aksesories yang masih original. Memang sih butuh biaya besar, tapi dengan hasil yang sesuai tentu tidak masalah. Saya mau mengangkat nama klub pada even ini,” bebernya.

    Bagi Dodi, vespa sebagai satu motor tua memiliki keistimewaan tersendiri. “Asalkan kita menjaganya dengan baik, dia (vespa) pun akan menjaga kita. Ini sering kalau lagi touring, pas kita bawa peralatan, vespanya jarang ngulah. Kalau pun kita tidak bawa peralatan karena rutenya singkat, gak perlu was-was, kita bisa singgah ke klub vespa dan mereka pasti welcome,” jelas Dodi.

    Untuk perawatan kendaraan anggotanya, MPC juga didukung oleh beberapa mekanik dengan spesialisasi vespa di ABC Service. Dodi dan Ikang sendiri mekanik yang dikhususkan dalam mempersiapkan vespa yang akan ikut kontes. Sementara untuk perawatan umum masih ada Ali dan Iskandar. Menariknya, dalam perawatan vespa mereka selalu berusaha menemukan sparepart yang original. “Karena kita tahu semua anggota juga scooter mania lainnya menginginkan yang terbaik untuk vespanya. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkan bahan yang orisinil meskipun untuk yang baru harganya jauh lebih murah,” kata Iskandar.(*)

komunitas-motor-tua

[ketgambar]PENGHARGAAN:  Sejumlah anggota komunitas MPC menerima penghargaan atas prestasinya memodifikasi motor tua scooter juga vespa, beberapa hari lalu.//Indra Juli/Sumut Pos [/ketgambar]

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Berkeliling Wajib Bawa Selang dan Botol

  1. ian jay says:

    mantapssss……..
    gud luck MPC Medan