Kapolres Siantar Masuk ‘Bengkel’

  • Kapolda Sumut Mutasi AKBP Fatori
  • Diibaratkan Mobil Rusak

MEDAN-Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno memenuhi janjinya mencopot Kombes Pol Fatori SIK dari posisi Kapolres Pematang Siantar. Jabatan itu diserahterimakan kepada AKBP Pol Albert Sianipar dalam upacara sertijab di ruang Kambtibmas Mapoldasu, pukul 14.00 WIB, kemarin (6/12).

Dalam amanat upacaranya, Kapolda mengatakan, mutasi Fatori yang dilakukan mendadak dalam rangka penyegaran organisasi. “Tidak ada yang luar biasa mutasi tidak berkaitan dengan hal negatif,” tukas Kapolda.
AKBP Fatori selanjutnya akan ditempatkan pada salah satu bagian dijajaran Polda Sumut. “Pak Fatori akan ditempatkan pada bidang reformasi dan birokrasi Polri di jajaran Polda Sumatera Utara,” bebernya.
Ditemui usai upacara sertijab, Kapolda kembali memastikan AKBP Fatori terindikasi kuat menganiaya kontributor Trans TV, Andi Siahaan di sel tahanan Mapolres Siantar. Kapolda menyatakan, penganiaayan yang dilakukan AKBP Fatori bukan kasus luar biasa dan tidak harus ditutupi. “Saya tidak menutupi, karena ini bukan kasus luar biasa. Ini kasus biasa, “ ujar Oegreseno.

Ditegaskan Kapolda, setiap manusia pasti mempunyai masalah. Dan pemindahan Fatori ke Mapolda diibaratkan seperti mobil rusak yang dimasukkan ke bengkel. “Sama seperti mobil. Bila sudah ada yang rusak akan dimasukkan ke bengkel dulu. Nanti setelah diperbaiki akan keluar lagi,” ungkapnya.

Hingga kemarin, Kapolda masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap yang dilakukan Kabid Propam (Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan) serta Dit Reskrim. “Yang baru saya terima, hasil visum atas penganiayaannya,” bebernya.

Sedangkan AKBP Fatori yang ditemui di ruangan Kambtibmas langsung,  menghindar dari pertanyaan wartawan. Bersama istrinya, Fatori langsung duduk bersama perwira di jajaran Polda Sumut lainnya di ruang makan.
“Nanti disidang saja kalau mau tahu hasilnya. Semua harus permisi dengan Kabid Humas Poldasu,” ucapnya singkat sembari meninggalkan wartawan.

Kabid Propam Kombes Pol Edi Napitupulu yang ditemui di lokasi yang sama, mengungkapkan, hasil pemeriksaan pihaknya Fatori terbukti melakukan pelanggaran disiplin.

“Beliau sudah melakukan pelanggaran disiplin yang saksinya akan diberikan sanksi teguran tertulis. Sementara untuk pidananya Reskrim yang akan memeriksa. Karena mereka yang mengetahuinya,” cetusnya.

Dir Reskrim Poldasu Kombes Pol Agus Ardianto yang dikonfirmasi kemudian, mengaku belum menerima laporan pemeriksaan Fatori. “Kita belum menerima laporannya. Kaalau ada akan ditangani,” katanya.
Sedangkan AKBP Albert Sianipar menyatakan kesiapannya menjabat Kapolres Pematang Siantar dan akan mempelajari kasus dugaan penganiayaan dimaksud.  “Akan dipelajari dahulu masalah penganiayaan di Siantar,” katanya singkat.

Selain Sertijab Kapolres Pematangsiantar, Kapolda juga memimpin Sertijab Direktur Bimbingan Masyarakat (Binmas) dari Kombes Pol Suwarno kepada Pol Heri Sofyan Sauri dan Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) dari Kombes Pol Baharuddin Djafar. Kombes Pol Suwarno dimutasi ke Mabes Polri sedangkan Kombes Pol Baharuddin Djafar menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Beberapa jam sebelum mengakhiri jabatannya sebagai Kapolresta Pematang Siantar, Senin (6/12) dini hari AKBP Fatori masih membalas pertanyaan Metro Siantar (grup Sumut Pos) melalu pesan singkat. Fatori berharap kasus Andi Siahaan tetap berlanjut sesuai hukum berlaku di NKRI. “Karena kasus ini bukan delik aduan sehingga harus proses tuntas apalagi yang korban anak-anak. Jadi Komnas Anak harus minta Kapolda proses tuntas,” ujar Fatori via SMS.
Soal penanganan kasus Andi Siahaan di Mapolres Pematang Siantar, Fatori menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolres yang menggantikannya. “Terserah Kapolres yang baru, tugas saya mengantarkan sampai saya dilepas. Kalau pun Andi dilepas oleh Kapolres yang baru. Pasti dia tidak lepas dari azab Tuhan,” ujarnya.
Andi Dapat Dukungan
Sementara itu, dukungan terhadap Andi Siahaan terus mengalir. Kali ini datang dari Keluarga Besar Ikatan Alumni Universitas Katolik (Unika) St Thomas Simatera Utara dan DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumatera Utara. Kedua organisasi ini juga mengutuk tindakan AKBP Fatori melakukan penganiayaan terhadap Andi Siahaan dalam tahanan Mapolresta Siantar, beberapa waktu lalu.

Kecaman dituangkan dalam statemen bersama yang dikeluarkan usai membesuk Andi di tahanan Mapolres Pematang Siantar, kemarin. “Sebagai perwira dan pimpinan, Fatori tidak pantas melakukan tindakan brutal yang justru diduga melakukan pelanggaran hukum pada kasus rekan kami tersebut,” kata Simson F Simanjuntak, Ketua DPD Repdem Sumatera Utara. Simson didampingi Pengurus Ikatan Alumni Unika St Thomas, Nikodemus Sitanggang ST dan Deni Olan Pakpahanm SP.

Pihaknya meminta Kapolda memproses serius dugaan tindakan pidana yang dilakukan Fatori.
Kasus dugaan kekerasan fatori ini terkuak setelah istri Andi Siahaan, L br Panjaitan melapor kepada Kapolda Irjen Pol Drs Oegroseno dan Propam Polda, Kamis (2/12) lalu tentang penganiayaan yang dialami suaminya di sel Mapolres Pematang Siantar. Menurut L br Panjaitan, di sel Fatori berkali-kali memukuli suaminya dengan sarung tinju warna merah sejak ditahan, Minggu (28/11) lalu.

Andi ditangkap 10 personel Polres Simalungun dari rumahnya di Komplek Perumahan BAS, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (28/11) dini hari. Dia diamankan di depan istri dan anaknya. Dia disangkakan menganiaya seorang anak berusia 14 tahun di Jalan Merdeka Pematang Siantar.

Menurut pihak keluarga, Andi sebenarnya korban penyenggolan yang dilakukan sekelompok ABG penunggang sepeda motor di Jalan Merdeka. Andi lalu mengejar ABG tersebut dan menangkap anak yang menyenggolnya. Setelah menyentuh helm anak tersebut, Andi membawanya ke Satlantas Polres Siantar, karena ternyata anak tersebut tak punya SIM.

Dalam perkembangan selanjutnya, Andi malah dijadikan tersangka penganiayaan anak di bawah umur. Di kantor polisi setelah ditangkap, Andi dan orangtua anak tersebut telah membuat kesepakatan damai. Tetapi pihak Polres tidak mengindahkan perohonan pencabutan pengaduan dan tetap menahan Andi. (mag-1/smg)

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged . Bookmark the permalink.